MGx5MaVaLGpaNaBbNGxaNqVdNncsynIkynwdxn1c
Cara Menjalankan Aplikasi Android Di Windows 10

Cara Menjalankan Aplikasi Android Di Windows 10


Pembaca yang mampir ke artikel ini, apakah lagi butuh informasi mengenai cara membuka aplikasi android di PC Windows 10? 

Kalau iya, baca sampai habis ya. Saya akan menuliskan pengalaman saya menjalankan aplikasi android di operating system Windows. Aplikasinya yaitu Gramedia Digital dan Rakata.

Tapi, saya enggak akan menuliskan tentang kedua aplikasi membaca tersebut. Namun, saya akan menuliskan cara saya menjalankan aplikasi tersebut di laptop.


Cara Menggunakan Aplikasi Android di Laptop

1.Menggunakan aplikasi Your Phone Apps dari Microsoft

2. Menggunakan software lain yang sering disebut Emulator. Yang terinstal di laptop windows. Tapi, sebelum memulai, baca baik-baik artikel ini ya.


Bagaimana Cara Menjalankan Aplikasi Android di Laptop Windows 10?

Jawabannya yaitu tergantung ingin menggunakannya untuk apa? Lebih jelasnya saya lanjutkan ya.


Aplikasi Links to Windows

Kalau tujuan penggunaan aktivitas android di windows untuk menerima panggilan, mengirim sms, menerima notifikasi, dan menggunakan aplikasi yang khusus dari microsoft.

Keunggulan menggunakan aplikasi ini yang pasti handphone aman. Tak hanya itu, laptop juga aman serta data-data kita yang ada di handphone. Kemudian, untuk memindahkan foto atau video ke laptop juga jadi mudah.

Kekurangan dari aplikasi ini, enggak bisa digunakan untuk menjalankan aplikasi android lainnya. Terutama yang tidak didukung oleh microsoft. Jadi, tidak efisien sama sekali sih.

Apalagi buat saya yang memang tujuannya ingin menggunakan aplikasi android yang bisa digunakan di laptop. Sebab, aplikasi ini tidak juga tersedia untuk pengguna windows. Jadi, memang mau tidak mau menggunakan cara lain.


Emulator Android : BlueStack dan Nox

Pilihan akhirnya yaitu menggunakan emulator android. Awalnya pernah menggunakan BlueStack tapi entah kenapa waktu itu kurang cocok sehingga tidak bisa menjalankan aplikasi yang saya inginkan.

Apa sebabnya? Saya tidak begitu tau. Tapi, kalau diingat kembali, mungkin karena saya mengunduhnya dari sumber yang kurang up to date. Sehingga yang saya pasang adalah software yang sudah lawas, sepertinya.

Nah, karena BlueStack ini sempat tidak kompatibel dengan laptopku. Saya pun beralih mencari emulator lain. Kemudian, ketemulah dengan aplikasi Nox. 


Kesan Menggunakan Nox Emulator

Pertama kali mengunduh emulator Nox, kesan saya adalah kemudahan dalam pemasangan aplikasi di laptop. Saya tidak mengalami kendala sama sekali. Bahkan, ketika mencoba untuk login ke playstore sampai mengunduh aplikasi android di emulator ini. Semua berjalan lancar.

Kalau ada yang bingung, kenapa sih kok aplikasi atau iklan yang muncul di aplikasi emulator android ini kebanyakan games? Sebab, memang seringnya emulator ini digunakan untuk memainkan games android. Agar permainan lebih mudah dan lebih gampang, akhirnya banyak yang memainkan games android di PC.

Selama menggunakan Nox ini enggak ada kendala sama sekali. Memang, agak sedikit ribet ketika hendak mengunduh dan memasang aplikasi dari playstore. Mode pencariannya akan tetap memunculkan pencarian dari google.

Sehingga, kalau salah klik bisa membawa kita ke laman website alih-alih menuju aplikasi yang ingin kita pasang.

Selain itu, aplikasi ini memang agak sedikit berat jika dibandingkan dengan BlueStack. Nah, kenapa saya membandingkan dengan BlueStack padahal sempat enggak cocok? 



Pada Akhirnya Balik Lagi ke BlueStack

Awal mulanya balikan sama BlueStack itu saat mencari informasi mengenai emulator yang terbaik. Salah satunya yang agak ringan dan mudah dalam mengunduh serta memasang aplikasi.

Di website yang saya temukan menjabarkan tentang keunggulan BlueStack ini. Yang sebenarnya sih sudah saya ketahui sejak lama. Cuma, itu tadi, sempat ada kesalahan yang membuat saya negative thinking sama BlueStack.

Tapi, saat saya menjelajahi tulisan tersebut. Saya mendapati adanya perbedaan link atau tautan yang diberikan. Di tulisan tersebut langsung menyematkan website milik BlueStack asli.

Di website tersebut kita bebas mengunduh aplikasi BlueStack. Yang ternyata saat diunduh dan dipasang enggak seribet awal ketika saya menggunakannya. Justru setelah terpasang, aplikasi emulator ini memang terjamin lebih ringan dan enteng saat dioperasikan.

Terutama saat hendak mencari aplikasi di playstore. Proses pencariannya enggak ribet dan enggak memunculkan laman google seperti aplikasi Nox. Jadi, benar-benar lebih user friendly.

Untuk kekurangannya belum saya tau sih, sebab selama menggunakan aplikasi emulator ini justru lebih terbantu. Sebab, dari aplikasi ini menyediakan shortcut yang langsung muncul di desktop. 

Saat diklik akan langsung membuka aplikasinya dengan emulator. Jadi, benar-benar lebih memudahkan sih selama menggunakan aplikasi Emulator Android BlueStack.

Saran saya, kalau mau mengunduh dan menggunakan aplikasi emulator ini. Pastikan mengunduh dan memasang dari websitenya langsung.



Emulator Android Untuk Menjalankan Aplikasi Android Di Laptop

Selama menggunakan emulator android untuk menjalankan aplikasi Gramedia Digital dan Rakata. Saya enggak menghadapi kesulitan sama sekali. Justru jadi lebih nyaman untuk membaca.

Sebab ada kalanya mata sedikit lelah jika membaca di handphone. Solusi lainnya, selain membeli buku fisik, ya ini dia, menggunakan laptop karena layarnya yang lebih lebar dan tentunya bisa diatur agar meminimalisir efek radiasi dari cahayanya.

Yang pasti jadi lebih mudah menggunakan aplikasi android di laptop. Buat yang penasaran, coba dicek langsung untuk mampir ke website BlueStack. Apalagi kalau butuh untuk main games. Biar handphone enggak cepat panas dan enggak cepat habis batrenya.

Gimana? Semoga bisa menjawab kegalauanmu yang sedang bingung mau menjalankan aplikasi android di windows dengan cara apa? 

Kalau kamu, pakai cara apa dan bagaimana?


COMMENT HERE

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.